Makna Trilogi Nusa Putra Sebagai Nilai-Nilai Luhur Mahasiswa

 

 



Sumber: https://nusaputra.ac.id/tentang/nilai-nilai-luhur/

 

Universitas Nusa Putra memiliki nilai-nilai luhur sekaligus juga merupakan manifesto dalam perjuangannya meraih visi misi. Nilai-nilai itu disebut dengan Trilogi Nusa Putra yang harus dijunjung tinggi dan menjadi bagian dalam kehidupan seluruh insan Nusa Putra. Karena namanya trilogi, maka terdapat 3 gagasan atau pokok yang saling berhubungan diantaranya yaitu Amor Deus (Cinta Kasih Tuhan), Amor Parentium (Cinta Kasih Orang Tua), dan Amor Concervis (Cinta Kasih Sesama).

Trilogi Nusa Putra sebenarnya mengingatkan kita pada perintah Allah SWT dari beberapa Firman-Nya, yakni Al-Qur’an Al-Karim. Seperti halnya pada surat An-Nhisa ayat 36 yang berbunyi:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ۞

Artinya: "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki.

Dari dalil tersebut, Allah SWT memerintahkan manusia untuk beribadah khusus dan umum kepada-Nya, patuh pada orang tua, dan menjaga hubungan baik dengan kerabat.

 

Amor Deus (Cinta Kasih Tuhan)

Sumber: facebook.com

Manusia merupakan ciptaan Tuhan dan sepatutnya beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Tuhan merupakan yang Maha Sempurna tanpa berkegantungan sedikitpun pada makhluk-Nya. Siapapun Tuhanmu maka berikanlah cinta kasih kepada-Nya. Menurut Islam, Tuhan adalah Allah SWT. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Pembuktian cinta kasih kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya yang disebut dengan Ketaatan. Misalnya menjalankan perintah sholat 5 waktu, dzikir kepada Allah SWT., dan tidak menyembah selain diri-Nya.

Apalagi sebentar lagi kita menuju bulan Ramadhan nih, yang dimana seluruh ummat Islam berpuasa dan menjalankan ibadah yang penuh dengan pahala. Biasanya pada bulan puasa cuaca akan sangat terik atau panas. Hmm, bakal kuat gak yahh??! Hhi

Jelaslah harus. Mari kita buktikan cinta kasih pada Allah SWT di bulan Ramadhan ini.

 

Amor Parentium (Cinta Kasih Orang Tua)

Sumber: Hidayatullah.com

Terdapat beberapa orang yang dapat disebut sebagai orang tua, misalnya orang tua kandung, orang tua tiri atau angkat, dan guru. yang pasti yang disebut orang tua adalah orang yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menjadi teladan bagi anak. Begitu banyak jasa orang tua yang telah melahirkan kita dan membesarkan kita sehingga sampai menjadi manusia yang hebat dan kuat.

Memberikan cinta kasih kepada orang tua merupakan salah satu cara untuk membalas jasa kita kepada mereka dan menjadi perintah Allah SWT untuk memberikan cinta kasih kita kepada orang tua dan menjadi anak yang sholeh.

Memberikan cinta kasih kepada orang tua tidak hanya saat masih mereka masih hidup tetapi juga setelah mati. Kita bisa mendoakan mereka dan berbakti kepadanya.

Mungkin ini adalah hal yang sepele, tapi sebenarnya memberikan cinta kasih pada orang tua dapat menimbulkan sisi positif dalam hidup kita karena dengan doa-doa baik mereka kita dapat menjalani hidup di dunia tipu-tipu.

 

Amor Concervis (Cinta Kasih Sesama)


Sumber: terbitkanbukugratis.id

Seseorang tidak dapat hidup sendiri. Cinta kepada saudara dan manusia adalah sifat manusia itu sendiri, diwujudkan dalam perbuatan terhadap sesama manusia. Perlakuan baik terhadap sesama manusia bukan berarti seseorang membela dirinya, menyetujuinya, mendukungnya, menguntungkannya, melainkan dari hati nurani yang jujur ​​dengan tujuan yang mulia.

Saling mencintai juga berarti bahwa semua manusia dilarang untuk saling menyakiti. Untuk mencapai keharmonisan, kita harus bisa menghargai perbedaan yang ada. Manusia diciptakan kodratnya sebagai makhluk sosial, mereka saling membutuhkan, dan cinta kasih kepada sesama merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia. Ini seperti menanam pohon yang menghasilkan buah, dan apa yang kita tabur juga akan kita tuai. Jika kita menanam benih yang baik dan merawatnya dengan baik, pohon itu akan menghasilkan buah yang baik. Sebaliknya, jika ditanam dari benih yang "rusak", pohon tersebut tidak akan tumbuh dan berbuah dengan baik.

Karena itu, ketika kita memberikan cinta dari hati kita, kita juga menerimanya. tanpa meminta. Ketika kita memberikan sedikit dari apa yang kita miliki kepada seseorang yang membutuhkan, dan ketika kita selalu peduli dengan orang-orang di sekitar kita.

Komentar